Keberagaman seharusnya memperkuat kemanusiaan, bukan memecah belahnya.
Membangun dunia tempat keberagaman agama dan budaya memperkuat kemanusiaan, serta setiap orang dari segala agama dan latar belakang dapat hidup bersama secara damai, saling menghormati, dan bermartabat.
Misi
Misi Parlemen adalah mempertemukan berbagai pihak, menyelenggarakan pendidikan, dan mengabdi.
Mendorong kehidupan berdampingan secara damai
Mendorong dialog antaragama dan antarbudaya
Mempertemukan para pemimpin agama yang berpengaruh
Mendukung kerja sama kemanusiaan
Memperkuat toleransi beragama
Mencegah kebencian berbasis agama
Mendorong pendidikan perdamaian
Mendukung dialog di tengah ketegangan antarkomunitas
Mengembangkan penelitian tentang agama dan perdamaian
Memberdayakan pemimpin muda penggerak perdamaian
Memperkuat peran perempuan dalam pembangunan perdamaian
Mendorong lembaga untuk bekerja sama demi kemanusiaan
Prinsip-prinsip dasar
Perdamaian
Martabat manusia
Saling menghormati
Kebebasan beragama dan berkeyakinan
Prinsip antikekerasan
Kemandirian agama
Netralitas politik
Transparansi kelembagaan
Kesetaraan antarkomunitas keagamaan
Penghormatan terhadap kedaulatan negara
Tanggung jawab kemanusiaan
Mendahulukan dialog daripada konfrontasi
Mengedepankan pendidikan, bukan prasangka
Kerja sama tanpa pemaksaan kesepakatan teologis
Netralitas dalam praktik
Pasal 7
Netralitas keagamaan
Tidak ada tradisi keagamaan yang mengendalikan Parlemen atas dasar jumlah pemeluk, kontribusi keuangan, pengaruh politik, atau kedudukan historis. Setiap komunitas yang diakui diperlakukan dengan menghormati martabatnya.
Pasal 8
Netralitas politik
Parlemen menjalin hubungan dengan pemerintah, kementerian, dan organisasi internasional untuk tujuan perdamaian, tetapi tetap independen dari partai politik dan kampanye pemilihan umum.
Pasal 46
Independensi kelembagaan
Parlemen tidak dimiliki oleh pendiri, anggota, pemerintah, donor, lembaga keagamaan, atau perusahaan mana pun. Parlemen mengabdi pada misinya dan beroperasi berdasarkan Konstitusinya.
Bahasa dan ruang sidang
Bahasa resmi
Bahasa Inggris, Italia, dan Arab pada tahap awal di tingkat internasional. Bahasa Prancis, Spanyol, Mandarin, Hindi, Urdu, Rusia, dan Portugis akan menyusul, dengan dukungan layanan juru bahasa profesional dan penjurubahasaan berbantuan kecerdasan buatan.
Ruang sidang parlemen
Ruang sidang berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran, tanpa kelompok agama yang menempati posisi pusat dan tanpa satu simbol pun yang mendominasi. Di bagian tengah: PERDAMAIAN · MARTABAT · KEMANUSIAAN.